Saat mendengar nama Starbucks, yang pertama kali terlintas di benak banyak orang biasanya adalah kopi. Namun, di balik reputasi globalnya sebagai gerai kopi premium, Starbucks ternyata menyimpan berbagai kejutan dalam daftar menunya. Tak hanya espresso atau cappuccino, ada sederet minuman dan makanan unik non-kopi yang tak banyak diketahui pengunjung.
Mulai dari minuman berbasis teh, minuman buah, hingga camilan khas yang hanya tersedia di negara tertentu, Starbucks telah bertransformasi menjadi tempat yang menawarkan pengalaman kuliner yang lebih luas. Menariknya, beberapa menu ini bahkan menjadi favorit pelanggan setia meski tidak mengandung kafein sama sekali.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa Starbucks mampu beradaptasi dengan selera konsumen yang semakin beragam. Bagi mereka yang bukan penikmat kopi, deretan pilihan tak terduga ini bisa menjadi alternatif yang menyegarkan.
Minuman Teh dan Buah: Favorit Segar Tanpa Kafein
Salah satu lini produk yang semakin populer di Starbucks adalah minuman berbasis teh dan buah. Contohnya, Iced Shaken Hibiscus Tea with Pomegranate Pearls, yang menyuguhkan rasa asam-manis menyegarkan, cocok untuk dinikmati saat cuaca panas. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tapi juga tampil estetik dengan warna merah cerah dan mutiara buah yang kenyal.
Kemudian ada Mango Passionfruit Frappuccino, minuman blended tanpa kopi yang menggabungkan rasa buah tropis dengan tekstur lembut ala es serut. Menu ini sangat digemari oleh kalangan muda, terutama yang ingin merasakan sensasi dessert in a drink.
Tak ketinggalan, Green Tea Latte atau Matcha Latte juga menjadi salah satu minuman non-kopi terlaris. Meski mengandung sedikit kafein dari matcha, minuman ini tetap menjadi alternatif aman bagi mereka yang menghindari kopi. Selain kaya rasa, matcha juga dikenal mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh.
Menu Rahasia dan Lokal yang Jarang Diketahui
Selain menu reguler, Starbucks juga memiliki apa yang disebut sebagai “secret menu”, yaitu kombinasi minuman hasil modifikasi pelanggan atau barista yang tidak tertera di daftar menu utama. Salah satu contohnya adalah Cotton Candy Frappuccino — perpaduan antara Vanilla Bean Frappuccino dan raspberry syrup yang menghasilkan rasa manis seperti permen kapas.
Di beberapa negara Asia termasuk Indonesia, terdapat menu lokal yang hanya tersedia secara eksklusif, seperti Es Kopi Susu Pandan, yang menggabungkan aroma khas pandan dengan susu dan espresso. Namun, bagi yang ingin versi non-kopi, bisa meminta varian tanpa espresso — menjadikannya sebagai susu pandan dingin yang creamy dan harum.
Di Jepang, Starbucks bahkan pernah menghadirkan Sakura Blossom Cream Latte, minuman musiman tanpa kopi yang dibuat dari sirup bunga sakura dan susu, dengan topping whipped cream berwarna pink yang menggoda.
Camilan Unik yang Tak Kalah Menarik
Starbucks juga dikenal memiliki beragam pilihan camilan dan makanan ringan, dari roti lapis hingga dessert premium. Namun beberapa di antaranya cukup unik dan tidak selalu tersedia di semua gerai.
Contohnya, Banana Chocolate Muffin dan Classic New York Cheesecake sering jadi pilihan favorit pelanggan yang tidak mencari minuman, tapi sekadar ingin bersantai sambil menikmati camilan manis. Ada pula Spinach & Cheese Croissant, pilihan gurih yang cocok untuk sarapan cepat.
Di Indonesia, beberapa gerai Starbucks juga menyediakan Klepon Cake dan Es Teler Pudding, yang menggabungkan rasa lokal ke dalam format dessert modern. Kehadiran menu-menu ini menunjukkan upaya Starbucks dalam menghadirkan cita rasa lokal yang tak terduga ke dalam suasana global.
Pilihan Menu Ramah Anak dan Tanpa Kafein
Starbucks juga mempertimbangkan kebutuhan keluarga dengan menyediakan menu yang ramah anak-anak. Salah satunya adalah Babyccino, minuman susu hangat tanpa kafein yang disajikan dengan foam tebal layaknya cappuccino, tapi tanpa kopi sama sekali. Menu ini ideal untuk anak yang ingin “meniru” orang tuanya meminum minuman hangat dari cangkir Starbucks.
Ada juga Vanilla Bean Frappuccino, favorit abadi bagi pelanggan muda. Tidak mengandung kafein, tetapi tetap memberikan rasa manis yang memuaskan, dengan sentuhan vanilla yang lembut dan tekstur creamy.
Bagi pelanggan yang memiliki pantangan terhadap laktosa atau sedang menjalani diet tertentu, tersedia juga pilihan susu nabati seperti oat milk, almond milk, dan soy milk yang bisa dipilih untuk setiap menu minuman.
Dengan semakin banyaknya pilihan non-kopi yang tersedia, Starbucks berhasil menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk anak-anak, remaja, dan bahkan mereka yang tak pernah meminum kopi sekalipun. Menjelajahi menu tersembunyi Starbucks kini menjadi pengalaman kuliner tersendiri — dan mungkin, tanpa kamu sadari, favorit barumu justru bukan kopi.
Situs Pemesanan : indiefood.id